Langsung ke konten utama

Tips Berbisnis Saat Ramadhan

Hai sobat perantau, tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan ramadhan. Bagai mana persiapan menyambut ramadhan kali ini sobat? Pastinya sudah dipersiapkan dengan baik kan. Nah, Pada postingan kali ini saya akan membagikan sedikit tips bisnis saat ramadhan, mungkin saja ada sobat rantauers yang ingin berwirausaha menambah penghasilannya untuk lebaran atau untuk jajan dan jalan-jalan berlibur ketika lebaran nanti semoga postingan ini bisa menginspirasi.


Kita bisa melihat banyak pengusaha musiman disekitar kita yang menjalankan bisnisnya saat Ramadhan tiba. Ada yang gagal, banyak yang berhasil. Dengan kejelian memanfaatkan peluang, para pengusaha beradu taktik dan strategi agar usaha atau dagangannya laku di pasaran. Sebenarnya usaha apa saja bisa laku pada saat ramadhan asalkan kita serius menjalaninya. Usaha musiman yang sering kita lihat biasanya bermacam-macam mulai dari usaha menjual baju, sepatu, sendal, toples, menjual makanan berbuka puasa, jasa rental mobil untuk mudik, jasa penukaran uang dan masih banyak usaha-usaha yang lainnya.


Berikut ini ada beberapa tips untuk berbisnis musiman ketika ramadhan

 Mempersiapkan Dana atau Modal


Untuk modal, sebaiknya manfaatkan saja dana yang sudah ada, manfaatkan tabungan sobat. Jangan memulai usaha dengan modal hasil utang dan jangan pula menguras habis isi tabungan sobat. Kenapa?? karena kita belum tahu siapa pembelinya dan apakah bisnis tersebut akan terus berjalan atau tidak. Kita boleh saja berpendapat bisnis kita akan sukses tapi perlu di ingat kita juga perlu mempertimbangkan kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi.

Mengenali Pasar dan Peluang

Ketika sobat akan menjual kue atau takjil berbuka, hitung jumlah calon pembelinya, kira-kira saja. Kisarannya, 20 persen dari total populasi. Dari situ akan didapat besaran kira-kira modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini bisa bermanfaat saat sobat membeli bahan baku sesuai dengan perkiraan barang yang laku.

Untuk bisnis fashion, potensi pasar bisa terukur dengan memperhitungkan jumlah kenalan. Kira-kira, 30 persen di antaranya akan menjadi pembeli. Sobat bisa menjualkan barang dagangan kenalan sobat terlebih dahulu dengan sistem ambil duluan bayar belakangan. Jangan lupa minta tenggang waktu kepada pemasok untuk pembayaran barang dalam jumlah besar.  

Awasi dan Evaluasi


Bila bisnis sudah berjalan amati apakah bisnis sobat rantauers sesuai dengan apa yang sobat inginkan apa tidak. Lakukan efaluasi dan lihat persaingan. Mungkin saja sobat perlu sedikit berinovasi ketika usaha mulai lesu.

Tutup Buku


Genapkan kembali tabungan sobat dengan mengembalikan modal pokok yang tadi sobat ambil dari tabungan. Uang hasil bisnis musiman, 50 persen dapat digunakan untuk tabungan modal tahun depan. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk belanja kebutuhan Lebaran.

Nah, itulah beberapa tips berbisnis saat ramadhan yang bisa saya sampaikan, apabila sobat rantauers punya ide, kritik dan saran jangan sungkan untuk menuliskannya di kotak komentar. Komentar yang menarik akan saya masukkan pada postingan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Sejarah Kata Merantau

"Merantau" sesungguhnya sangat erat kaitannya dengan masyarakat Minangkabau. Asal usul kata "merantau" itu sendiri berasal dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu "rantau". Kata Rantau sendiri pada awalnya bermakna : wilayah wilayah yang berada di luar wilayah inti Minangkabau (tempat awal mula peradaban Minangkabau). Peradaban Minangkabau mengalami beberapa periode atau pasang surut. Wilayah inti itu disebut "darek" (darat) atau Luhak nan Tigo. Aktifitas orang orang dari wilayah inti ke wilayah luar disebut "marantau" atau pergi ke wilayah rantau. Lama kelamaan wilayah rantau pun jadi wilayah Minangkabau. Akhirnya wilayah rantau menjadi semakin jauh dan luas, bahkan di zaman modern sekarang ini wilayah rantau orang Minangkabau bisa disebut di seluruh dunia, walaupun wilayah tersebut tak akan mungkin masuk kategori wilayah Minangkabau namun tetap disebut "rantau". Banyak orang dari berbagai suku atau etnis yang merantau...